Blitar, 10 September 2026 — Universitas Islam Balitar (UNISBA) Fakultas Ekonomi Blitar berkolaborasi dengan Savitribai Phule Pune University dan NextJen Global menyelenggarakan International Webinar bertajuk “Green Entrepreneurship: Building a Profitable and Environmentally Friendly Business” pada Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom tersebut mengangkat isu penting mengenai kewirausahaan hijau (green entrepreneurship), khususnya bagaimana membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan (profit), tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Webinar berlangsung pada pukul 10.00–12.00 WIB (UTC+7) atau waktu Jakarta, dengan menghadirkan akademisi dan praktisi dari dalam maupun luar negeri sebagai narasumber.
Hadirkan Akademisi dan Praktisi Internasional
Webinar menghadirkan Chancellor Dr. Drs. Supriyono, M.Ed. dari Universitas Islam Balitar sebagai Keynote Speaker.
Selain itu, hadir Dr. Kirti Dang Longani, dari Savitribai Phule Pune University, sekaligus Founder & President @NextJen Global, sebagai Speaker 1. Kehadiran Dr. Kirti memberikan perspektif internasional mengenai pengembangan kewirausahaan yang berorientasi pada keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Dr. Edial Nanang Setiawan dari Universitas Islam Balitar, Blitar, hadir sebagai Speaker 2 yang turut memberikan perspektif akademik mengenai pengembangan bisnis dan kewirausahaan dalam konteks lokal maupun global.
Jalannya kegiatan dipandu oleh Dr. Mudrifah selaku moderator.
Mengintegrasikan Profit dan Kepedulian Lingkungan
Tema Green Entrepreneurship menjadi semakin relevan di tengah perubahan lingkungan bisnis yang menuntut perusahaan dan pelaku usaha untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas bisnisnya.
Melalui tema “Building a Profitable and Environmentally Friendly Business”, webinar ini menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan semata-mata menjadi beban bagi dunia usaha. Sebaliknya, aspek lingkungan dapat menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan inovasi, membangun keunggulan kompetitif, sekaligus membuka peluang bisnis baru.
Konsep tersebut mendorong pelaku usaha untuk melihat permasalahan lingkungan sebagai peluang inovasi. Mulai dari penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan, efisiensi sumber daya, pengurangan limbah, pengembangan produk berkelanjutan, hingga penerapan strategi pemasaran yang mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan.
Dalam pemaparannya, Dr. Edial Nanang Setiawan mengangkat praktik green entrepreneurship melalui pengembangan bisnis melon hidroponik. Ia menjelaskan bahwa melon hidroponik memiliki peluang bisnis karena mampu menghasilkan produk pangan berkualitas sekaligus dikelola melalui data, standar operasional, dan teknologi yang terukur. Menurutnya, hidroponik bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu mengendalikan air, nutrisi, lingkungan tumbuh, dan kualitas buah secara disiplin. Di sisi keberlanjutan, sistem hidroponik harus dikelola secara bertanggung jawab dengan mengukur penggunaan sumber daya, mengurangi limbah, menggunakan kembali material secara aman, serta mengelola pembuangan. Dr. Edial juga menekankan pentingnya membangun nilai di luar produk utama melalui kemasan premium, edukasi, agrowisata, reseller, hotel, restoran, dan berbagai bentuk kemitraan. Dari sisi bisnis, keuntungan harus dihitung berdasarkan seluruh biaya aktual dan data setiap siklus produksi. Karena itu, ia mendorong calon entrepreneur untuk memulai dari skala kecil, menguji pasar, membangun standar operasional, dan meningkatkan kapasitas setelah permintaan serta margin bisnis terbukti
Membuka Wawasan tentang Peluang Bisnis Hijau
Webinar ini juga menjadi ruang untuk mengeksplorasi berbagai ide, strategi, dan peluang nyata dalam menciptakan bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Pendekatan tersebut penting terutama bagi generasi muda dan calon entrepreneur yang sedang mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia bisnis. Kewirausahaan masa kini tidak lagi hanya berbicara mengenai bagaimana menghasilkan produk dan mendapatkan keuntungan, tetapi juga bagaimana sebuah bisnis mampu menciptakan nilai (value creation) yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam konteks pendidikan tinggi, pembahasan mengenai green entrepreneurship juga dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi entrepreneur yang inovatif, adaptif, dan memiliki kesadaran terhadap isu keberlanjutan.
Kolaborasi Internasional Perkuat Perspektif Global
Keterlibatan NextJen Global dan akademisi dari Savitribai Phule Pune University memberikan dimensi internasional dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara akademisi serta praktisi dari berbagai latar belakang.
Bagi Universitas Islam Balitar, kegiatan internasional semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan membangun kerja sama yang lebih luas dengan institusi maupun organisasi internasional.
Pertukaran perspektif antara Indonesia dan India, khususnya dalam bidang kewirausahaan, pendidikan, dan keberlanjutan, diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai bagaimana konsep bisnis hijau dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.
Green Entrepreneurship sebagai Masa Depan Bisnis
Penyelenggaraan webinar ini menegaskan bahwa profitabilitas dan keberlanjutan lingkungan bukanlah dua tujuan yang harus dipertentangkan. Dengan inovasi dan strategi yang tepat, keduanya justru dapat berjalan secara beriringan.
Bisnis yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan memiliki peluang untuk membangun reputasi yang lebih kuat, meningkatkan kepercayaan konsumen, menciptakan inovasi, serta memiliki daya saing dalam menghadapi perubahan pasar.
Melalui kegiatan International Webinar Green Entrepreneurship, Universitas Islam Balitar dan NextJen Global turut mendorong lahirnya pemikiran baru mengenai kewirausahaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Green entrepreneurship pada akhirnya bukan sekadar tentang menciptakan bisnis yang menghasilkan keuntungan, tetapi tentang bagaimana keuntungan tersebut dapat berjalan bersama inovasi dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Reported by: Yufi Priyo Sutanto
